Prabowo: Hati-hati, Saya tahu yang bayar-bayar demo
Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang mencoba memanipulasi opini publik melalui aksi demonstrasi bayaran.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya saat membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan pihak tertentu yang sengaja mengorganisir massa.
Ia meminta pihak-pihak tersebut untuk menghentikan tindakan tersebut.
"Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu,” ucap Prabowo.
Prabowo mengaku dirinya tidak masalah jika ada pihak yang terus yang memanipulasi opini publik melalui aksi demonstrasi bayaran.
Dia bahkan menyatakan pedemo dibayar Rp 200 ribu per orang.
"Tapi enggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, enggak ngerti. Mau demo apa ya? kami dibayar Rp 200.000, gitu, kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti,” jelasnya.
Demo bayaran
Kabar 'tak sedap' muncul dari unjuk rasa sejumlah kalangan di Jakarta.
Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir sejumlah unsur masyarakat baik mahasiswa dan non-mahasiswa berunjuk rasa menyikapi kondisi terkini bangsa.
Namun dalam unjuk rasa itu mengemuka dugaan diantara para pengunjuk rasa menerima bayaran.
Demo mahasiswa diduga dibayar
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.
Pengakuan itu dilontarkan Abdi saat 'disidang' oleh mahasiswa UBK yang videonya beredar di berbagai platform media sosial.
Abdi merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026).
Saat itu, Abdi beserta mahasiswa lain dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka diterima Gibran di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Abdi menyebut menerima uang Rp 20 juta dari pihak kepolisian bernama Aan, untuk memindahkan titik aksi dari Istana.
"Uang itu dikasih sama mereka pihak kepolisian, untuk tidak turun aksi di Istana, akan tetapi, kita tetap turun."
"Pihak kepolisian, Bang Aan namanya dari pihak kepolisian, kurang tahu nama lengkapnya," ungkap Abdi dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Selasa (23/6/2026).
Belum ada keterangan apakah uang tersebut diterima sebelum atau sesudah bertemu Gibran.
Demo emak-emak pendukung MBG
Senin (22/06/2026) lalu, sejumlah emak-emak melakukan aksi demonstrasi mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Monas tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Mereka membawa sejumlah atribut, mulai dari poster hingga setangkai bunga mawar dalam genggaman masing-masing.
Saat aksi demo dimulai, para emak-emak ini mendapat wajan baru yang dibagi cuma-cuma.
Selain itu ada pula roti, susu, dan buah-buahan untuk mereka konsumsi.
Yuyun, salah seorang warga Jakarta Timur yang ikut demo, juga mengaku mendapat uang saku senilai Rp100 ribu.
“Ongkos ada lah buat jajan. Seratus lah,” ungkap Desy saat baru tiba di lokasi bersama rekan-rekannya.
Desy mengaku mendukung program MBG sebab anaknya merupakan bagian dari penerima.
“Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi, meningkat,” tutur Yuyun.
Polemik MBG (Makan Bergizi Gratis) mencuat karena program unggulan Presiden Prabowo ini terseret kasus korupsi, keterlambatan distribusi, dan dugaan jadi rebutan proyek dapur oleh elite politik.
Publik mempertanyakan transparansi, efektivitas, serta keberlanjutan program yang seharusnya fokus pada gizi anak sekolah.
Beberapa hari terakhir mahasiswa di sejumlah daerah termasuk di Jakarta menyuarakan penghentian program MBG.


0 Response to "Prabowo: Hati-hati, Saya tahu yang bayar-bayar demo"
Posting Komentar