Siasat Purbaya hadang bengkaknya beban negara, minta semua kementerian siap-siap potong anggaran
Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu opsi yang sedang disiapkan adalah efisiensi belanja di seluruh kementerian dan lembaga.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah meminta seluruh kementerian dan lembaga menghitung potensi pemangkasan anggaran sebagai bagian dari skenario darurat fiskal.
Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga energi global, khususnya minyak dunia, yang berpotensi meningkatkan beban belanja negara.
Kementerian Diminta Siapkan Simulasi Pemotongan
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah dalam waktu dekat akan memberikan arahan awal kepada kementerian dan lembaga agar mulai melakukan perhitungan efisiensi anggaran.
Arahan tersebut akan dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam waktu sekitar satu minggu.
“Nanti mungkin dalam seminggu ke depan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap menghitung. Tapi belum tentu dieksekusi,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Ia menjelaskan bahwa setiap kementerian dan lembaga diminta menyiapkan simulasi pemangkasan belanja, termasuk memperkirakan berapa persen anggaran yang dapat dipotong jika situasi fiskal mengharuskan pemerintah melakukan penyesuaian.
Langkah Antisipasi Jika Harga Minyak Melonjak
Purbaya menegaskan bahwa skenario efisiensi ini masih bersifat persiapan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh instansi memiliki rencana yang matang sehingga bisa bergerak cepat apabila tekanan terhadap anggaran negara meningkat.
“Kita sudah minta mereka siapkan, kira-kira berapa persen anggarannya dipotong. Nanti mereka menyesuaikan kebijakannya berdasarkan potongan dari Kementerian Keuangan,” kata dia.
Menurutnya, efisiensi anggaran menjadi salah satu opsi pertama yang akan dipertimbangkan pemerintah jika harga energi global terus meningkat.
Lonjakan harga minyak dunia dapat menambah beban APBN, terutama melalui peningkatan subsidi energi.
Anggaran Dinilai Masih Cukup Kuat
Meski demikian, Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi anggaran negara saat ini masih cukup kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi global.
Pemerintah masih memantau perkembangan harga komoditas internasional sebelum memutuskan kebijakan fiskal yang lebih drastis.
“Rasanya anggaran cukup bertahan. Kecuali kalau naiknya tinggi sekali,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga minyak tidak selalu berdampak negatif bagi fiskal Indonesia.
Harga Komoditas Bisa Menjadi Penyeimbang
Menurut Purbaya, ketika harga minyak dunia meningkat, biasanya harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia juga ikut naik.
Komoditas seperti batu bara dan nikel berpotensi memberikan tambahan penerimaan negara sehingga dapat menyeimbangkan tekanan pada belanja pemerintah.
Karena itu, pemerintah masih menghitung secara menyeluruh dampak bersih terhadap penerimaan dan pengeluaran negara sebelum mengambil keputusan kebijakan.
Program Baru Ditunda Sementara
Selain menyiapkan skenario efisiensi anggaran, pemerintah juga berencana memaksimalkan program-program yang sudah tercantum dalam APBN saat ini.
Sejumlah rencana program tambahan kemungkinan akan ditunda sementara agar belanja negara tetap fokus pada program yang telah berjalan.
“Dengan anggaran sekarang, yang pertama kita fokus ke program yang ada saja. Program tambahan kita tunda dulu sampai memungkinkan,” kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa langkah antisipatif ini bukan berarti perekonomian Indonesia sedang berada dalam kondisi krisis.
“Kita tidak krisis. Ekonomi masih bagus, masih ada belanja. Tapi kita harus menyiapkan langkah yang matang supaya ketika diperlukan bisa langsung dieksekusi,” ujarnya.


0 Response to "Siasat Purbaya hadang bengkaknya beban negara, minta semua kementerian siap-siap potong anggaran"
Posting Komentar